Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) resmi membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Sarjana Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dan Program Doktor Administrasi Publik. Penandatanganan izin pembukaan kedua program tersebut dilakukan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku-Maluku Utara, bertempat di ruang kerja Rektor Universitas Pattimura pada Kamis (28/8/2025).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen Unpatti dalam memperluas akses dan kualitas pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan dan administrasi publik.
“Pembukaan dua program studi baru ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Pattimura untuk memperluas kesempatan dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Maluku dan secara umum di Indonesia,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Malle.
Menurut Malle, pendirian Program Studi PG-PAUD memiliki urgensi tinggi karena kebijakan nasional telah memasukkan pendidikan anak usia dini dalam sistem pendidikan formal. Di sisi lain, masih banyak tenaga pendidik PAUD di daerah yang belum memiliki kualifikasi akademik yang memadai.
“Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak di lapangan. Kami ingin memastikan tenaga pendidik PAUD di Maluku dapat memiliki kompetensi profesional dan akademik sesuai standar nasional,” kata Dominggus Malle.
Sementara itu, pembukaan Program Doktor Administrasi Publik menjadi tonggak baru bagi Program Pascasarjana Unpatti. Program ini melengkapi jenjang Magister Administrasi Publik yang telah lebih dahulu berjalan, serta menjadi wadah bagi akademisi dan aparatur pemerintah daerah yang ingin melanjutkan studi ke tingkat doktor.
Dalam kesempatan tersebut, Malle juga mengungkapkan bahwa Universitas Pattimura tengah menyiapkan “smart class” di setiap fakultas sebagai bagian dari transformasi digital kampus. Program ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi asesor dalam asesmen lapangan terkait akreditasi program doktor baru.
“Smart class ini akan mendukung pembelajaran hibrida dan penelitian interdisipliner di setiap fakultas. Ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas akademik menuju universitas berkelas nasional,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Jantje Eduard Lekatompessy, menyampaikan apresiasi atas capaian Unpatti dalam mengembangkan dua program studi baru tersebut. Menurutnya, izin pembukaan ini memperkuat posisi Unpatti sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah program studi terbanyak di kawasan timur Indonesia.
“Dengan keluarnya izin pembukaan dua program studi baru ini, jumlah program studi di Universitas Pattimura kini mencapai 112, terdiri dari 80 program sarjana, 3 profesi, 25 magister, dan 7 doktor,” kata Jantje Eduard Lekatompessy.
Ia menegaskan bahwa bertambahnya jumlah program studi menandakan meningkatnya aktivitas akademik yang harus diimbangi dengan peningkatan mutu dan tata kelola perguruan tinggi.
“Bertambahnya program studi tentu menuntut tanggung jawab akademik yang lebih besar. Unpatti harus terus memperkuat kapasitas dosen, riset, serta tata kelola agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pembukaan dua program baru tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Nomor: 701/B/O/2025 dan 702/B/O/2025, yang menandai izin resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Dekan FKIP Izaak H. Wenno, Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik Dominggus Rumahlatu, serta para pejabat dan akademisi Unpatti.
Dengan tambahan dua program baru ini, Universitas Pattimura memperkuat kiprahnya sebagai “rumah besar pendidikan tinggi di Maluku”, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.
Kehadiran dua program studi baru di Unpatti tidak hanya memperluas spektrum akademik, tetapi juga menjawab tantangan pembangunan manusia di Maluku. Peningkatan kapasitas pendidikan anak usia dini akan berdampak langsung pada pembentukan karakter generasi muda, sementara Program Doktor Administrasi Publik memperkuat peran akademisi dan birokrat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang inovatif.
Dengan arah kebijakan ini, Unpatti menegaskan dirinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik yang berakar pada nilai-nilai lokal dan berorientasi global. (BM31)








