BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Mahasiswa FK Unpatti Raih Duta Kampus Nasional, Suarakan Akses Pendidikan Anak Perempuan Maluku

Prestasi mahasiswa Unpatti di tingkat nasional mengangkat isu kesetaraan pendidikan dan advokasi hak anak di wilayah pelosok Maluku

Ambon, | Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti), Khayla Radwa Shadhena Putri Bachtari, berhasil meraih penghargaan Duta Kampus Nasional Bidang Advokasi, sebuah capaian prestisius yang menegaskan peran mahasiswa Maluku dalam mengangkat isu strategis akses pendidikan di tingkat nasional. Penghargaan tersebut secara resmi diserahkan kepada pihak universitas melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun, pada Selasa (9/12/2025), di Ruang Kerja Wakil Rektor Bidang III Universitas Pattimura, Ambon.

Keberhasilan Khayla tidak hanya mencerminkan prestasi individu, tetapi juga menjadi representasi suara generasi muda Maluku dalam memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak perempuan di wilayah pelosok. Advokasi ini dinilai relevan dengan tantangan sosial dan budaya yang masih dihadapi sebagian masyarakat Maluku, di mana pendidikan anak perempuan kerap belum ditempatkan sebagai prioritas.

Dalam penjelasannya, Wakil Rektor Bidang III Universitas Pattimura menegaskan bahwa isu yang diangkat Khayla menyentuh persoalan mendasar pembangunan sumber daya manusia di Maluku.

“Advokasi yang dibawa berfokus pada pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak di Maluku, terutama anak perempuan. Di beberapa wilayah terpencil, masih ada pola pikir lama yang memandang pendidikan bukan sebagai kebutuhan utama bagi perempuan,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Ia menjelaskan, keterbatasan ekonomi dan konstruksi sosial-budaya menjadi faktor utama yang menghambat keberlanjutan pendidikan anak perempuan. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa Unpatti dalam forum nasional dinilai strategis untuk mendorong perubahan paradigma dan kebijakan yang lebih inklusif.

Lebih lanjut, Kubangun menilai capaian tersebut menunjukkan kapasitas generasi muda Maluku dalam merumuskan gagasan advokatif yang terukur dan relevan dengan isu nasional.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Maluku mampu menyampaikan gagasan strategis mengenai kesetaraan pendidikan dan memperjuangkannya secara konsisten di tingkat nasional,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Ia berharap, advokasi yang diusung Khayla dapat memperoleh perhatian pemerintah pusat serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lintas fakultas di Universitas Pattimura untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Khayla Radwa Shadhena Putri Bachtari menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diraih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Kompetisi Duta Kampus Nasional itu diikuti oleh 556 pendaftar, sebelum disaring menjadi 200 peserta, kemudian 40 besar, hingga akhirnya 20 finalis yang diundang mengikuti grand final di Jakarta dan Tangerang.

“Malam puncak grand final berlangsung di Atrium Tangerang City Mall, dan penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua IESAN Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia,” kata Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Khayla Radwa Shadhena Putri Bachtari.

Sebagai penerima penghargaan Bidang Advokasi, Khayla mengemban tanggung jawab untuk mengimplementasikan program advokasinya secara nyata. Mulai bulan depan, ia akan melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi mengenai hak-hak anak dan pentingnya pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok Maluku.

Program tersebut ditujukan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua, guna membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan merupakan fondasi utama peningkatan kualitas hidup dan daya saing generasi muda daerah.

“Pendidikan adalah kunci perubahan. Ketika setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk bersekolah, kualitas pemikiran dan masa depan mereka akan berkembang, sehingga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional,” kata Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Khayla Radwa Shadhena Putri Bachtari.

Capaian ini sekaligus mempertegas peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, khususnya dalam menyongsong visi Generasi Emas Indonesia 2045, dengan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan yang layak dan berkeadilan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !