Ambon,
– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 secara resmi dibuka di SD Inpres 21 Ambon pada Senin (14/7/2025), dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 16 Juli 2025. Sebanyak 56 siswa baru diterima dalam dua rombongan belajar (rombel), menandai lonjakan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, empat siswa belum memiliki dokumen kependudukan lengkap sehingga yang terdaftar resmi sebanyak 52 siswa.
Kegiatan MPLS diselenggarakan secara serentak sesuai kalender pendidikan nasional dan difokuskan pada pengenalan nilai-nilai sekolah, penguatan karakter, serta pembentukan etika dan disiplin belajar. Kepala SD Inpres 21 Ambon, Antomina Rosalia Birahy, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah disusun.
“MPLS kali ini dilaksanakan dengan persiapan matang. Semua guru sangat terlibat aktif, panitia bekerja sesuai rencana, dan seluruh kegiatan berlangsung lancar sejak hari pertama,” kata Kepala SD Inpres 21 Ambon, Antomina Rosalia Birahy kepada BM31News saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (14/7/2025).
Dalam catatan resmi pihak sekolah, penerimaan siswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding dua tahun sebelumnya. Tahun ajaran 2023/2024 hanya mencatat 26 siswa baru, kemudian naik menjadi 40 siswa pada 2024/2025, dan melonjak menjadi 56 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Peningkatan tersebut dinilai sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di SD Inpres 21 Ambon. Selain itu, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi faktor penarik utama bagi orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.
“Untuk tahun ajaran ini, jumlah siswa kami yang menerima program MBG mencapai 251 orang. Kami sudah memperbaharui data dengan mengeluarkan 23 siswa kelas 6 yang telah lulus dan menambahkan 56 siswa baru, meskipun hanya 52 yang datanya lengkap,” jelas Birahy.
Program MBG yang diinisiasi pemerintah menjadi salah satu kebijakan strategis untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik di jenjang dasar. Dengan pembaruan data secara berkala, pihak sekolah memastikan bahwa semua siswa, baik lama maupun baru termasuk dalam daftar penerima bantuan tersebut.
Di tengah pelaksanaan MPLS, perhatian sekolah juga tertuju pada penyelesaian administrasi empat siswa baru yang belum memiliki akta kelahiran dan kartu keluarga. Upaya koordinasi dengan orang tua terus dilakukan untuk memastikan semua siswa memiliki akses setara terhadap program bantuan dan layanan pendidikan lainnya.
“Koordinasi dengan orang tua terus kami lakukan. Kami ingin pastikan semua siswa, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama dalam pembelajaran dan program penunjang lainnya,” tambah Birahy.
Secara keseluruhan, pelaksanaan MPLS 2025 di SD Inpres 21 Ambon mencerminkan komitmen institusi pendidikan dasar di Kota Ambon untuk menjalankan proses pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi dengan program-program nasional. (BM31-JP)




