BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

FKIP Unpatti Gelar Doa Bersama untuk Negeri, Wujud Spiritualitas Akademik Menuju Maluku Maju

Momentum spiritual FKIP Unpatti meneguhkan nilai kebersamaan dan optimisme akademik menuju Unpatti dan Maluku yang lebih maju.

Ambon, | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura menggelar kegiatan Doa Bersama bertajuk “FKIP Berdoa untuk Negeri” dengan tema “Bersekutu, Berdoa, dan Berkarya Untuk Unpatti dan Maluku Maju” pada Selasa (2/9/2025) di Student Center FKIP Unpatti, Ambon. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang mengawali Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus rangkaian peringatan Dies Natalis FKIP ke-64.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan FKIP Unpatti tersebut menghadirkan suasana religius dan penuh refleksi. Melalui kegiatan ini, FKIP ingin menegaskan peran penting doa dan kebersamaan dalam memperkuat nilai-nilai spiritualitas akademik serta memperkokoh semangat pengabdian bagi bangsa dan daerah.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy menekankan bahwa kegiatan doa bersama merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan motivasi dan pengharapan menjelang peringatan Dies Natalis FKIP. Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyatukan tekad seluruh sivitas akademika dalam memulai tahun ajaran baru dengan semangat baru.

“Dengan doa sebagai fondasi, kita yakin bahwa setiap usaha dan perjuangan akan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Semoga seluruh sivitas akademika FKIP Unpatti dapat melangkah maju dengan penuh optimisme dan tekad untuk terus berkarya demi kemajuan FKIP, Unpatti, dan Maluku,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Momentum ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang FKIP sebagai fakultas tertua di Unpatti yang berkontribusi besar dalam mencetak tenaga pendidik di Maluku. Doa bersama menjadi simbol penyatuan hati antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa dalam menggapai tujuan bersama.

Sementara itu, Dekan FKIP, Izaak H. Wenno menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kepentingan internal kampus, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Ia menyampaikan bahwa doa bersama merupakan bagian dari tanggung jawab moral akademisi terhadap kehidupan sosial dan kemanusiaan.

“Kegiatan ini dilakukan tidak hanya untuk FKIP dan Universitas Pattimura, tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Doa bersama menjadi wujud kepedulian sivitas akademika dalam mendukung terciptanya kedamaian, kemajuan, serta kesejahteraan bersama,” kata Dekan, Izaak Wenno.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan spiritual semacam ini memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan akademik dan membangun solidaritas yang berlandaskan nilai-nilai kekeluargaan serta spiritualitas. FKIP, menurutnya, harus menjadi contoh dalam menanamkan nilai-nilai etika, integritas, dan empati di tengah tantangan pendidikan modern.

Pada kegiatan tersebut, Pendeta J. Lorwens menyampaikan renungan yang menekankan pentingnya peran manusia sebagai wakil Allah di dunia yang harus menunjukkan rasa hormat dan kasih kepada sesama. Ia mengingatkan agar sivitas akademika FKIP tetap optimis dalam menjalani kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan Doa Syafaat Berantai yang dipimpin secara bergantian oleh Rektor, Dekan, Pendeta J. Lorwens, perwakilan dosen, dan mahasiswa. Momen ini menjadi simbol kesatuan hati dan komitmen bersama untuk membangun Universitas Pattimura dan bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, pada 1 September 2025, FKIP juga telah melaksanakan kegiatan serupa bagi sivitas akademika yang beragama Islam, dengan menghadirkan Ustadz Erwin Notanubun sebagai penceramah. Kegiatan lintas iman ini menegaskan komitmen FKIP terhadap inklusivitas dan kebersamaan dalam keberagaman.

“FKIP Berdoa Untuk Negeri” bukan sekadar ritual seremonial, tetapi merupakan manifestasi dari nilai-nilai spiritualitas kampus yang menyatu dengan semangat akademik. Melalui kegiatan ini, FKIP meneguhkan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas.

Dengan memasuki usia ke-64, FKIP Unpatti diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pilar utama pendidikan di Maluku, mencetak pendidik berkarakter, dan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.