BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

FGD Penguatan Kurikulum OBE Magister Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Dorong Integrasi AI

Diskusi hybrid ini menegaskan komitmen Universitas Pattimura memperkuat kurikulum berbasis OBE yang adaptif dan berdaya saing global.

Ambon, | Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Pattimura menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kurikulum OBE Program Studi Magister Ilmu Kelautan: Relevansi Industri, Masyarakat, dan Integrasi AI dalam Era Transformasi Digital” yang berlangsung secara hybrid di Ruang Sidang Lantai 3, Gedung Program Pascasarjana Universitas Pattimura, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini melibatkan pimpinan pascasarjana, pengelola program studi, serta narasumber nasional untuk menyelaraskan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Mewakili Direktur Program Pascasarjana Universitas Pattimura, Wakil Direktur Bidang Akademik, Dominggus Rumahlatu menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan muatan keilmuan dalam kurikulum tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional dan tuntutan transformasi digital. Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara perencanaan kurikulum dan panduan penyusunan yang dikeluarkan kementerian agar proses pendidikan berjalan terukur dan akuntabel.

“Kegiatan yang dilakukan hari ini tentunya untuk menyelaraskan muatan keilmuan yang dituangkan dalam suatu kurikulum,” kata Wakil Direktur Bidang Akademik, Dominggus Rumahlatu.

Menurutnya, Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Pattimura saat ini berada pada posisi unggul di tengah dinamika penurunan status sejumlah program studi lain di berbagai perguruan tinggi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk melangkah menuju akreditasi internasional dengan memperkuat kualitas kurikulum dan pembelajaran.

“Kurikulum OBE merupakan suatu arah untuk bagaimana kita bisa melangkah dalam menyelesaikan satuan pendidikan. Yang terpenting dari semuanya ini adalah kita dapat mengikuti segala alur dari pengembangan kurikulum, sesuai dengan panduan penyusunan kurikulum yang dikeluarkan oleh kementerian,” kata Wakil Direktur Bidang Akademik, Dominggus Rumahlatu.

Ia juga menambahkan bahwa Program Pascasarjana Universitas Pattimura telah memiliki sistematika baku dalam penyusunan kurikulum. Oleh karena itu, penguatan integrasi AI dalam proses pembelajaran dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif bagi pengembangan institusi dan program studi.

FGD ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Muhammad Iqbal Djawad, Guru Besar Universitas Hasanuddin, membahas integrasi AI dalam pembelajaran ilmu kelautan sebagai upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan literasi informasi mahasiswa. Sementara itu, Sam Wouthuyzen, Peneliti Senior BRIN Bidang Marine Remote Sensing and Fisheries Oceanography, mengulas pengembangan kompetensi sains kelautan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, industri, dan masyarakat.

Melalui diskusi terarah ini, Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Pattimura menegaskan komitmennya untuk memperkuat kurikulum OBE yang adaptif, berdaya saing, dan responsif terhadap perubahan zaman. Hasil FGD diharapkan menjadi pijakan konkret dalam penyempurnaan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik nasional, tetapi juga mampu menjawab tantangan global di sektor kelautan dan perikanan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !