BM31News
BM31News
BM31News

Latsar CPNS Maluku Tengah, Peserta Diminta Disiplin dan Profesional

Zulkarnain Awat Amir meminta calon ASN mengikuti Latsar secara disiplin dan membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Masohi, | Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus membangun birokrasi yang hadir untuk bekerja, melayani, dan memberikan solusi bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan 40-43 dan Golongan II Angkatan 17-18 tingkat Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026 di Baileo Ir. Soekarno, Kota Masohi, Jumat (11/9/2026).

Zulkarnain mengatakan, Latsar CPNS bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter, kompetensi, kedisiplinan, integritas, dan jiwa pengabdian calon ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Menurutnya, kelulusan sebagai CPNS tidak boleh membuat peserta merasa aman dari tanggung jawab. Sebaliknya, status tersebut harus menjadi dorongan untuk meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

“Saudara-saudara sudah memilih menjadi ASN. Artinya, saudara sudah memilih jalan untuk melayani. Jadi jangan berpikir, ‘Saya sudah lulus CPNS, berarti aman.’ Saya tegaskan, itu belum! Justru setelah ini tanggung jawab saudara semakin besar,” kata Zulkarnain.

Ia menjelaskan, masyarakat Maluku Tengah semakin berkembang dan kritis terhadap kualitas pelayanan pemerintah. Kondisi tersebut menuntut setiap ASN bekerja secara profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat.

Bupati meminta peserta Latsar membangun kebiasaan kerja yang berorientasi pada kepentingan publik. ASN, katanya, tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu memahami persoalan masyarakat dan mencari solusi sesuai kewenangan masing-masing.

“Kalau masyarakat datang, layani dengan baik. Kalau masyarakat bertanya, jawab dengan sopan. Kalau ada persoalan, cepat cari dan temukan solusinya,” tegasnya.

Zulkarnain juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan Latsar dengan serius karena pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring. Ia meminta para calon ASN menjaga kedisiplinan, memperhatikan materi, dan tidak mengabaikan proses pembelajaran yang menjadi bagian dari pembentukan kompetensi mereka.

BM31News BM31News

Menurutnya, kesempatan menjadi ASN merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata. Karena itu, peserta diharapkan memiliki kemauan untuk terus belajar, bekerja dengan target, menjaga loyalitas kepada tugas dan organisasi, serta mempertahankan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.

“Kalau ASN-nya ramah, disiplin, cepat dan memberikan solusi, masyarakat akan mengatakan pemerintah hadir. Sebaliknya, kalau pelayanan lambat, tidak peduli, dan masyarakat dipingpong ke sana-kemari, yang dinilai juga pemerintah,” ujarnya.

Selain memberikan arahan kepada peserta, Bupati meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maluku Tengah melakukan pemantauan dan evaluasi secara serius terhadap pelaksanaan Latsar. Evaluasi diperlukan untuk memastikan peserta mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada peserta yang tidak serius, tidak disiplin, atau tidak mengikuti proses sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memberikan evaluasi sesuai ketentuan. Jangan dipaksakan lulus,” kata Zulkarnain.

Ia berharap para calon ASN mampu menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun birokrasi yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pembukaan Latsar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, Kepala BPSDM Provinsi Maluku, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, widyaiswara BPSDM Provinsi Maluku, serta peserta Latsar CPNS.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Provinsi Maluku, para widyaiswara, dan BKPSDM Kabupaten Maluku Tengah atas dukungan dalam mempersiapkan pelaksanaan pelatihan.

Ia menegaskan, keberhasilan pembentukan ASN tidak hanya diukur dari penyelesaian pelatihan, tetapi juga dari perubahan sikap dan kualitas kerja setelah peserta menjalankan tugas di instansi masing-masing. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, katanya, membutuhkan ASN yang tidak hanya cakap bekerja, tetapi juga memahami bahwa tanggung jawab utama mereka adalah melayani masyarakat.

“Kita bekerja untuk masyarakat. Kita digaji oleh negara. Dan negara mempercayakan kepada kita untuk memberikan pelayanan terbaik. Mari kita bangun birokrasi Maluku Tengah yang hadir, bekerja, melayani, dan memberikan solusi,” tutupnya.(BM31-02)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !