BM31News
BM31News
BM31News
BM31News

BWS Maluku Pompa Air Selamatkan 12 Hektare Sawah di Buru

BWS Maluku mengalirkan sumber air alternatif ke 12 hektare sawah di D.I. Meten, Desa Waekerta, untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Namlea, | Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melakukan pemompaan air untuk mengatasi kekurangan pasokan air pada sekitar 12 hektare lahan persawahan di Daerah Irigasi (D.I.) Meten, Desa Waekerta, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru. Langkah tersebut dilakukan setelah tim menemukan kondisi tanaman padi Musim Tanam (MT) II berusia sekitar 60 hari mengalami kekurangan air saat peninjauan pada Kamis (1/10/2026).

Penanganan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di wilayah tersebut. BWS Maluku bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waeapo serta P3A/Kelompok Tani Sari Bumi 2 turun langsung untuk mencari sumber air alternatif dan memastikan kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.

Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, mengatakan tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Arnold A. P. Ritiauw. Arahan itu menekankan respons cepat terhadap kondisi kekeringan di daerah melalui langkah yang langsung menyentuh persoalan di lapangan.

“Tindakan atau apa yang kami lakukan ini dilakukan atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah,” kata Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, Minggu (4/10/2026).

Hasil peninjauan menunjukkan ketersediaan air pada sistem irigasi di areal tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan tanaman padi. Kondisi itu menjadi perhatian karena tanaman MT II telah memasuki usia sekitar 60 hari dan masih membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan pertumbuhan hingga mendekati masa panen.

Tim BWS Maluku kemudian mencari sumber air lain yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan persawahan. Dari hasil penelusuran, ditemukan sumber air alternatif yang berjarak sekitar 60,53 meter dari lokasi lahan terdampak.

Air dari sumber tersebut selanjutnya dipompa menuju areal persawahan. Pemompaan dilakukan untuk membantu menyediakan pasokan air bagi lahan sekitar 12 hektare yang mengalami kekurangan air.

Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan kondisi tanaman padi sampai memasuki masa panen. Intervensi ini sekaligus menjadi upaya mengurangi risiko kerugian petani akibat berkurangnya pasokan air pada saat tanaman berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan dukungan irigasi.

Penanganan di lapangan dilakukan secara bersama oleh Tim BWS Maluku, BPP Waeapo dan P3A/Kelompok Tani Sari Bumi 2. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekurangan air tidak hanya mengandalkan infrastruktur irigasi utama, tetapi juga membutuhkan identifikasi sumber air alternatif dan respons cepat ketika kondisi lapangan berubah.

Langkah pemompaan tersebut menjadi bagian dari upaya BWS Maluku mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di D.I. Meten. Keberlanjutan pasokan air dan kondisi tanaman selanjutnya tetap bergantung pada ketersediaan sumber air serta perkembangan kondisi lapangan.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !