Ambon,
| Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya penguatan karakter mental dan spiritual bagi mahasiswa sebagai bagian integral dari pembentukan insan akademis yang utuh. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Program Bina Mental, Spiritual, serta Buka Puasa Bersama yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) di Auditorium Universitas Pattimura, dalam rangka membangun suasana akademik yang harmonis selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika serta pimpinan perguruan tinggi mitra, yang turut berkontribusi dalam penyampaian tausiyah keagamaan. Momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa selama kurang lebih dua tahun terakhir, Universitas Pattimura secara konsisten menjalankan program penguatan mental dan spiritual mahasiswa. Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan, dengan koordinasi oleh pihak rektorat pada minggu pertama, serta dilanjutkan oleh fakultas-fakultas pada minggu berikutnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari strategi institusional dalam membangun karakter mahasiswa secara menyeluruh. Ia menilai, penguatan spiritual memiliki dampak langsung terhadap terciptanya suasana akademik yang damai dan kondusif.
“Apabila keimanan dan spiritualitas kita kuat, maka berbagai persoalan dapat dihadapi dengan bijaksana. Berbagai keberkahan juga akan mengikuti apabila kita memiliki mental dan spiritual yang kokoh,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Rektor juga menekankan bahwa dinamika kehidupan kampus tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menjadi pemicu konflik, melainkan harus dihadapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghargai antarindividu.
Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, khususnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, yang dinilai terus berupaya menjaga stabilitas dan mengelola dinamika kemahasiswaan secara konstruktif.
“Setiap upaya yang dilakukan demi kebaikan institusi pada akhirnya akan memperoleh balasan yang setimpal,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Dalam konteks yang lebih luas, penguatan mental dan spiritual dinilai sebagai fondasi penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral. Rektor menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan tinggi adalah menghasilkan insan cendekia yang mampu mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Kegiatan ini turut menghadirkan Grace Latuheru sebagai pemateri utama, serta ditutup dengan ceramah Ramadan oleh Abidin Wakanno, yang memperkuat pesan-pesan spiritual dalam momentum bulan suci.
Dengan keberlanjutan program ini, Universitas Pattimura diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. (BM31)







