Ambon,
Wattimena mengatakan petugas Damkar dan BPBD bekerja dengan cepat dan tekun untuk menangani sejumlah titik kebakaran di wilayah Nusaniwe. Ia menyebut penanganan dilakukan di beberapa kawasan, antara lain Kezia, Alinong, Amahusu, hingga Pensip Gunung Nona.
Menurut Wattimena, penanganan kebakaran membutuhkan kerja keras karena api menjalar di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering. Petugas harus terus berada di lapangan untuk mencegah kobaran api meluas dan memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.
“Beta mengapresiasi kerja keras daripada Dinas Pemadam Kebakaran maupun BPBD Kota Ambon yang dengan keuletannya, ketekunannya, mereka bekerja dengan cepat untuk bisa menyelesaikan lokasi-lokasi yang kena kebakaran,” kata Camat Nusaniwe, Neil A. Wattimena kepada BM31News.
Wattimena menegaskan, upaya pemadaman tidak hanya membutuhkan kesiapan petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sengaja. Menurutnya, pembakaran hutan dan lahan dalam kondisi kering berpotensi menimbulkan persoalan lebih besar karena api dapat dengan cepat menjalar ke kawasan lain.
Ia menyebut petugas tetap bekerja hingga sekitar pukul 01.00 WIT untuk menangani kebakaran di Pensip. Setelah api dinyatakan padam, petugas kemudian kembali untuk beristirahat setelah menjalankan tugas pemadaman selama berjam-jam.
“Dari jam dua siang sampai jam satu mereka tetap bekerja keras untuk memadamkan api yang boleh ada di Pensip. Dan puji Tuhan bahwa di saat ini kurang lebih pada pukul satu ini, apinya sudah padam,” ujar Wattimena.
Selain memberikan apresiasi, Wattimena meminta masyarakat Kecamatan Nusaniwe menahan diri dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Imbauan tersebut menjadi penting karena kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Ambon dalam waktu yang berdekatan dan meningkatkan beban penanganan petugas di lapangan.
Wattimena juga meminta agar dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja ditindaklanjuti melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap penanganan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Para pelaku yang melakukan pembakaran itu perlu diusut tuntas untuk bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang supaya tidak bisa melakukan lagi apa yang dilakukan di saat ini terhadap hutan yang kering dan menimbulkan kebakaran,” kata Wattimena.
Ia turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap pencegahan kebakaran. Menurutnya, persoalan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan dukungan bersama karena kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah lain, termasuk Kecamatan Sirimau dan Leitimur Selatan.(BM31-01)
