BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

PMII Komisariat Unpatti Teguhkan Kepemimpinan Intelektual di Era Maritim Maluku

PMII Unpatti dorong lahirnya pemimpin muda berintegritas di tengah tantangan pendidikan dan pembangunan wilayah maritim Maluku.

Ambon, | Organisasi Kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pattimura menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) di Student Center Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura, Jumat (17/10/2025) dengan mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Intelektual di Era Maritim Maluku.”

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi kader PMII dalam memperkuat peran kepemimpinan mahasiswa di tengah tantangan pendidikan dan pembangunan daerah kepulauan.

Kegiatan RTK PMII Komisariat Unpatti dihadiri oleh sejumlah pengurus, kader dan alumni. Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam membangun kepemimpinan berbasis intelektual di wilayah maritim.

Menurutnya, tema yang diangkat memiliki relevansi historis dan strategis dengan posisi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang telah memainkan peran penting sejak masa perdagangan abad ke-15.

“Maluku memiliki sejarah panjang dalam perdagangan dunia dan perjuangan melawan kolonialisme. Semangat itu harus tetap hidup di era modern, dengan cara membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Dalam sambutannya, Nur Aida juga menyoroti persoalan ketimpangan akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku. Ia menilai, masih banyak pelajar dari daerah terpencil yang tidak memiliki kesempatan mengikuti jalur seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT karena keterbatasan sarana dan kondisi ekonomi keluarga.

“Kita menghadapi kendala besar dalam transformasi pendidikan. Banyak anak-anak dari kepulauan hanya bisa mengikuti tes mandiri, padahal secara ekonomi mereka dari keluarga menengah ke bawah,” jelas Nur Aida.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik agar mahasiswa tetap berprestasi tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan integritas.

Lebih jauh, Nur Aida mengingatkan pentingnya manajemen organisasi yang bersih, demokratis dan bebas dari konflik internal. Ia menekankan agar proses pemilihan kepengurusan dilakukan secara damai, berlandaskan musyawarah dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan khas kampus Unpatti.

“Mari kita memanajemen organisasi dengan bersih, jujur dan berkomitmen. Hindari perpecahan. PMII harus menjadi contoh organisasi mahasiswa yang solid dan bermartabat,” imbuhnya.

Pada akhir sambutannya, Nur Aida menutup dengan pesan moral tentang pentingnya menjaga budaya kekeluargaan antarorganisasi ekstra kampus di lingkungan Universitas Pattimura.

“Unpatti dikenal sebagai kampus orang bersaudara. Mari kita rawat budaya itu. Hindari konflik dan intrik yang tidak perlu, karena kebersamaan adalah kekuatan kita,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Universitas Pattimura, Mumir Refra, dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII Unpatti merupakan salah satu komisariat tertua dan menjadi tolok ukur gerakan mahasiswa PMII di Kota Ambon maupun Provinsi Maluku.

“PMII Unpatti adalah komisariat yang memiliki sejarah panjang dalam pergerakan mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan dan kepedulian sosial tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Ketua PMII Komisariat Universitas Pattimura, Mumir Refra.

Mumir juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda Maluku di tengah arus globalisasi dan masuknya investasi besar di kawasan timur Indonesia. Ia mengingatkan bahwa tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, generasi muda akan terpinggirkan dari proses pembangunan.

“Banyak perusahaan besar akan masuk ke Maluku dalam beberapa tahun ke depan. Jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik, maka kita hanya akan menjadi buruh, bukan pelaku utama pembangunan di tanah kita sendiri,” ungkap Mumir Refra.

Dalam forum rapat, Mumir mengajak seluruh kader untuk menjadikan kegiatan tahunan ini bukan sekadar agenda formal pemilihan pengurus baru, tetapi sebagai momentum regenerasi yang melahirkan kepemimpinan berintegritas dan berorientasi visi jangka panjang.

Ia menekankan bahwa PMII Unpatti harus terus menjadi wadah pembinaan intelektual, moral dan sosial bagi mahasiswa, guna memperkuat daya saing dan kontribusi terhadap pembangunan daerah kepulauan Maluku.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan agenda rapat pleno pembahasan program kerja organisasi. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !