BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News
BM31News

BM31News

Akui Prajurit TNI Siksa Warga Lokal Papua, Pangdam Cenderawasih Minta Maaf

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han dalam konferensi pers di Subden Denma Mabes TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

“Proses hukum akan kami dorong terus. Kompensasi kepada masyarakat Papua adalah keadilan yang harus didapatkan. Kami akan memberikan keadilan yang seadilnya kepada masyarakat Papua. Proses hukum bisa diakses siapa pun. Saya berjanji akan meningkatkan pengawasan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelas Izak.

BM31News

Pangdam Cenderawasih Bersikukuh Kogoya adalah Anggota KKB/Bagian TPNPB-OPM

Pangdam Cenderawasih juga memastikan jika Defianus Kogoya merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Awal mula penyiksaaan itu berawal saat aparat keamanan TNI-Polri menerima informasi dari masyarakat jika ada rencana pembakaran puskesmas di Distrik Gome yang akan dilakukan oleh Defianus Kogoya bersama kelompoknya. Pada saat aparat keamanan TNI-Polri mengamankan puskesmas. Mereka ditembaki oleh KKB, yang memicu baku tembak dengan aparat.

“Lalu, pasukan kami melakukan pengejaran dan tertangkap tiga orang yaitu Warinus Kogoya, Alianus Murib, dan Defianus Kogoya. Ketika ditangkap ditemukan mereka membawa satu pucuk senjata api, beberapa amunisi, senapan angin, dan senjata tajam,” ujar Izak.

BM31News

Ketiganya orang itu sedianya akan dibawa ke Polres Puncak. Namun saat di perjalanan Warinus Kogoya mencoba meloloskan diri dengan melompat dari atas mobil dengan tangan terikat. Nahas, Warinus meninggal dunia usai kepalanya terbentur batu. Alianus dan Defianus juga sempat melarikan diri tapi berhasil ditangkap kembali di Distrik Gome.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pangdam: 9.963 Personil Siap Amankan Pemilu

“Di situ dia dianiaya tapi setelah itu dibawa ke puskesmas untuk diobati dan dikembalikan ke masyarakat. Saat ini mereka dalam kondisi baik dan telah dikembalikan kepada keluarganya,” jelas Izak.

Kejadian Berulang, Kepercayaan Publik Anjlok

BM31News

Sementara itu Ketua Perkumpulan Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Papua, Gustaf Kawer, mengatakan penyiksaan orang asli Papua yang dilakukan TNI merupakan pengulangan dari kejadian-kejadian yang sebelumnya pernah terjadi di Bumi Cenderawasih.

“Kami tidak kaget dengan pernyataan Pangdam karena itu pengulangan dari kejadian-kejadian sebelumnya dan tanpa evaluasi serta penyelesaian yang tuntas terhadap kekerasan di Papua,” ungkap Kawer kepada beberapa media, Senin (25/3) seperti dikutip dari VOA.

BM31News BM31News
BM31News
error: Konten Dilindungi !